Just an actor’s point of view

Pada suatu sore, saya sedang baca-baca majalah luar. Di dalam halamannya saya menemukan statement menarik yang menurut saya simple tapi make sense tentang penilaian sebuah hubungan percintaan dari sudut pandang seorang aktor Hollywood.

I fall in love easily, but there is a difference between being in love and being an a loving relationship.

In love is infatuation.

Love is when that love dies down and you’re just there. The burning volcano stops erupting, the lava gets cold.

– Shia LaBeouf

Shia LaBeouf

What situation are you in?

Cheers!

Part-time position: Barista

Espresso

Tanggal 15 Februari kemarin adalah hari kedua saya bekerja parttime di sebuah cafe menjadi barista.

Nama cafe-nya, Omahku Cafe.

Pas hari pertama, baru diajarin pengenalan basic tentang kopi dan area kerja barista, juga disuruh pelajarin menu-menu minuman ringan. Hari kedua udah agak teknis. Yang menurut saya agak membuat “shocking” adalah sang Owner minta saya “nggambar” di atas foam. Sempet deg-degan #lebay. Tapi hasilnya, yah begitulah.

Tekniknya namanya etching. Gambarnya sederhana, pake coklat pasta. Trus gambar pertama, namanya “logo UGM”, karena bentuknya agak mirip (tapi gambar saya agak beda, kelopaknya kurang satu).

Tarik sana tarik sini, jadi deh.

Sayangnya, etching pertama saya ga seindah yang dibayangkan, hehe, namanya juga pemula.

Etching Pict

Selain etching, sempet dikenalin sama yang namanya pouring sama latte art, tapi belum belajar sampe tahap itu. Baru merhatiin barista lain dulu.

Ada lebih banyak lagi istilah dalam perkopian selain yang disebutin diatas, seperti brewing, cupping, frothing, roasthing, portafilter, dll. Lebih lengkapnya, cekidot.

Hari ketiga masih dalam pelatihan basic, ngeliat-liat barista yang udah mahir, sekalian belajar juga. Barista di sini ramah-ramah, owner-nya sering nongkrong dan ga jarang ikut bantuin barista yang lagi shift. Sama barista baru kaya saya pun ga segan untuk membagikan ilmunya.

Barista yang udah cukup lama kerja di sini juga dengan senang hati ngajarin. Kalau ada kesalahan, mereka selalu mengingatkan dan memberikan pengarahan dengan positif. Rasanya seperti dalam keluarga baru. Sungguh pengalaman yang berkesan. Besok dan seterusnya yang pasti harus jadi lebih baik lagi. Fighting!

Sekian dulu berbagi pengalaman menjadi Barista di Omahku Cafe, semoga bermanfaat.

Cheers!

Omahku Cafe: Cozy, Easy, and Homy

Omahku

The perfect place for chit-chat.

Tempat paling asik buat nongkrong, salah satunya adalah Cafe. Kalau ngomongin soal cafe, udah ga susah lagi nyari cafe yang nyaman di kota Jogja. Yap, sebagaian besar cafe emang di set senyaman mungkin buat nongkrong, nobar, atau sekedar baca buku.

Omahku Cafe adalah salah satu cafe yang sengaja di setting as cozy as home. Jadi orang yang dateng kesana bakalan ngerasa homy banget, karena interiornya di desain dengan warna cokelat yang menimbulkan kesan hangat. Surrounding-nya yang asik bikin tempat ini juga cocok untuk private meeting.

Di cafe ini ada dua area, for smoking (luar) dan no smoking (dalam). Di dalam, tersedia bookshelves yang menyediakan beberapa local dan foreign magazines. Novel series juga ada. Mau main kartu bareng temen se-gank juga bisa.

Kalau soal rasa makanan dan minuman, jangan diragukan. Minuman di sini yang paling menonjol adalah Kopi. Bikinnya pake Espresso Machine dan ditangani oleh barista-barista ahli. Jenis kopi yang diracik di cafe ini adalah Arabica dan fokusnya menggunakan biji kopi pilihan yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia tanpa adanya campuran dari kopi daerah lain. Biasanya dinamakan Single Origin.

Kalo makanan, variasi snack-nya bikin pengen nambah terus. Contohnya, Strawberry Mousse, Tiramisu, Brownies, Cake Ice Cream, Sandwich. Selain itu ada makanan agak-berat yaitu, Spaghetti dan Macaroni Bolognese.

Harganya? Boleh dibandingin sama cafe lain. Di sini harganya terjangkau sama kantong mahasiswa, tapi seperti yang dibahas di atas, walaupun harga lebih murah, cafe ini mengutamakan kualitas. Kalau ngga percaya, dateng aja sendiri dan buktikan.

You have  a boring day? Just forget it. Come and Relax. 

Selain menyediakan makanan dan minuman yang enak, di sini bisa make Wi-Fi dengan gratis. Tinggal nyalain laptop/device, konek Wi-Fi, siap berselancar. Mau nonton TV juga bisa, boleh request channel. Di sini, setiap hari selalu nyetel musik, jadi kalo mau dengerin lagu favorit  bisa di-request. Jadi, rasa bosen bakalan pergi jauh-jauh dari pikiran.

Lokasi cafe ini cukup strategis, terletak di daerah Moses-Gejayan, sebelah utara Hotel Jogja Plaza dan di dekat Universitas Sanata Dharma. Kalau beruntung bisa ketemu sama bule dan diajak kenalan.

Omahku Cafe buka dari pukul 12 siang sampai pukul 12 malam. Kalau mau nongkrong lama di sini, ga bakalan diusir. Jadi anggap aja cafe ini kaya rumah sendiri (asal tetep jaga manner).

Sekian dulu review Omahku Cafe, semoga bermanfaat.

Cheers!