Scolopendra subspinipes a.k.a Lipan

Ada sesuatu yang bergerak-gerak di balik rak buku. Gosh! Jangan kecoa lagi.

Bangun dari kursi, menemukan lipan yang besarnya sekitar 7 cm! Gemuk dan tebal! Itu bukan kecoa kan?

Pingsan.

Bangun lagi.

Bingung ini mau diapain. Trauma bunuh-bunuh binatang. Kemaren, bunuh-bunuhin semut hitam pake bayfresh dan kapur ajaib, katanya nggak boleh. Katanya temen-temen, itu pembawa rejeki. 😦 Tawon juga ga boleh dibunuh. Nah, kalo ketemu lipan?

Kayak dihipnotis, bukannya nyari sesuatu buat ngebasmi ini hewan, yang ada malah melongo ngeliatin ini lipan mau kemana. Trus, keinget dulu uji coba bunuh lipan pake deterjen bubuk. Lupa, itu berhasil apa nggak. Nyari ke kamar mandi, deterjen bubuknya ga ada! Yang ada cuma yang cair, dan sayang kalo dipake buat percobaan bunuh lipan. Kemudian hening.

Tadinya tersangka masih di depan pintu kamar mandi, pas balik badan, aaand it’s goooone.

Hewan mini itu sudah masuk ke bawah lemari rupanya. Tersisa buntutnya yang icik-icik, sembunyi. Beruntunglah dirimu!

Nih kalo ada yang belom tau penampakan lipan, tapi bukan yang ada di kamar tadi:

lipan!

lipan!

Derita nggak punya Bayg*n, H*t, maupun R*id. Besok harus beli! Yang ada hanyalah Ste*la pengharum ruangan. Dengan susah payah minggirin lemari biar keliatan celah yang berpotensi sebagai tempat persembunyian si lipan. Srut srut. Semprotin ke bawah lemari. Berharap si lipan pingsan. Eh, salah target, yang keluar malah cicak kecil. Kayaknya dia pusing. Tunggu bentar, sepertinya nggak ada hasil. Jadi khawatir, baju-bajuku jadi wangi pengharum ruangan nggak ini? Fail.

Menghela napas. Sudahlah. Siapa tahu ada pencerahan kalo nyari di internet. Buru-buru ngadu sama mbah google. 

“Kelabang atau kebanyakan orang menyebutnya Lipan, memiliki nama latin Scolopendra subspinipes. Menurut beberapa artikel, habitat hewan ini umumnya berada di tempat lembab dan iklim tropis. Kalo kata bang wiki sih mereka juga senang tinggal di daerah gurun, gunung, dan hutan. Yang jelas, mereka ga suka tinggal di tempat yang basah banget maupun kering banget. BM banget sih!

Lipan ini berbisa dan berpotensi melukai manusia, tapi nggak sampai mematikan, kecuali segede buaya. Hewan ini kalo menggigit bisa meninggalkan bekas berupa sepasang luka, dan menyebabkan pembengkakan, rasa sakit dan kemerahan di sekitar tempat luka. Rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam kemudian. So, hati-hati ya. Lipan ini akan menggigit jika dalam keadaan tertekan, dalam bahaya, atau nyaman *eh. Barusan googling, nemu blog orang yang  ceritanya, “itunya” si TS  habis digigit lipan. Kocak abis. Tapi kasihan juga sih, bengkak-bengkak gitu.”

Balik lagi ke awal. Nah, yang bikin penasaran, ini lipan datengnya dari mana ya? Tau-tau muncul dari balik bebukuan buku-buku. Ini janggal. Dan anehnya ini lipan gede banget. Dia berkembang di kamar, atau baru aja bertamu.

Menurut beberapa artikel dan tanya-tanya teman tentang cara mengusir lipan, yang pertama, lipan itu takut sama daun pandan. Jadi, tabur-taburin aja daun pandan di kamar. Sekalian santen, pisang, sama labu, siapa tau mau joinan bikin kolak. Sinting.

Belum pasti kenapa harus daun pandan, kenapa nggak daun salam, daun mangga, atau daun gelombang cinta (yang ada di kost cuman itu). Tapi, ya kali, nyari daun pandan malem buta begini!

Yang kedua, injek pake sandal! Biar cepat mengahadap Illahi! Buset. Seperti yang saya utarakan di atas, bahwasanya saya trauma bunuh-bunuh binatang dengan keji! Barusan reflek nepok nyamuk aja udah merasa bersalah. Dan katanya, kalo diinjek itu bisa-nya masih nembus ke sandal. Berarti nginjeknya pake traktor.

Kalo ada yang bilang ga boleh bunuh lipan, nih ada fatwa ulama yang membolehkannya:

الإجابة :
ينتبه أن لا يقتل إلا ما كان مؤذيا ، أما الذي لا يؤذي فلا يقتل ، والأذى أنواع ، ومن الأذى بأن يكون وجودها في البيت ، وفي أماكن الجلوس ، هذا يعتبر نوعا من الأذى ، لا أحد يقبل الحشرات في بيته ، فيجوز إبعادها أو قتلها ، لا حرج إن شاء الله تعالى . والله أعلم .

Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir al Ubaikan mengatakan, “Perhatikan, tidak boleh membunuh hewan kecuali yang mengganggu. Sedangkan hewan yang tidak mengganggu itu tidak boleh dibunuh. Bentuk gangguan hewan kepada manusia itu beragam bentuknya. Diantara bentuk gangguan hewan adalah keberadaannya di dalam rumah, atau di tempat-tempat yang biasa diduduki oleh orang. Kondisi ini terhitung gangguan. Tidak ada seorang pun yang ingin rumahnya dipenuhi oleh berbagai macam hewan kecil-kecil. Sehingga hewan-hewan yang ada di rumah itu boleh diusir atau pun dibunuhi. Sekali lagi, hukumnya adalah tidak mengapa, insya Allah”.

Menurut beberapa pengakuan, lipan ini sangat susah dibunuh kalo cuma pake semprotan serangga. Untuk merk-merk di atas tadi, itu cuma buat ayem-ayem ati aja. Berarti, ditimpuk aja ya! Pake sandal boleh, speaker boleh, laptop juga boleh atau diinjek pake traktor. Berhubung tidak ada traktor, dan speaker dan laptop harganya mahal serta tidak ada solusi lain, maka saya akan menunggu lipan tersebut keluar dari persembunyiannya dan menimpuknya! Dan sebagai antisipasi, di kamar udah disiapin sandal Bata biar lipannya ndang modyar.

Buat antisipasi lagi nih, tadi pas googling, nemu beberapa cara jika terkena gigitan lipan:

Cara I. Kompres dengan air dingin dan dicuci dengan obat antiseptik. Lalu, cuci bekas gigitan dengan larutan pekat garam inggris. Berikan obat penahan rasa sakit. Jika penderita gelisah, segeralah dibawa ke dokter.

Cara II. Ambil minyak tanah secukupnya, dan ambil garam dapur secukupnya. Campurkan kedua bahan tersebut, kemudian setelah diaduk, oleskan minyak yang telah di campur garam tadi di tempat sengatan lipan tersebut.

Hingga detik ini, sang lipan pun belum keluar dari peraduannya. Dan nggak tau kenapa, ini badan sugesti gatel-gatel. Padahal udah mandi lo tadi sore.

Doa terakhir, “Kalau memang ku tak bertemu denganmu lagi, berarti kau beruntung! Anggap saja tadi adalah pertemuan terakhir kita. Semoga kau berada di jalan yang benar sob.”

Btw, lipan itu bisa jalan-jalan di dinding ya? Oh God. Why.

Nggak bisa tidur.

Cheers!

Sumber: Buku Pertolongan Pertama Blogspotnya Orang Blognya Orang WordPressnya Orang

Advertisements

11 thoughts on “Scolopendra subspinipes a.k.a Lipan

  1. kalo gue sih, di timpuk pake gayung yg ada di kamar mandi, kalo sekali timpuk lipannya masih bergerak timpuk sampai 5 kali atau lebih..
    hehehehee..
    semoga bermanfaat..

  2. kl gue slalu sedia obat anti serangga plus palu, jadi begitu kliatan ada penampakan lipan, langsung berubah jadi THOR. semprot2in lobangnya, trus di getok2 pas dia kluar… 😀

  3. gw barusan nemu lipan di tempat tidur,mau gw ambil obat nyamuk buat getokin tu lipan eh dia malah ngilang kebawah tempat tidur, mana laki gw lagi nobar, alhasil hampir setengah jam gw cuma melongo didepan pintu kamar cuman buat nungguin tu lipan keluar lagi 😥
    trus googling cara mengusir lipan, nemu tuh yg dibilang ‘taburi dengan garam’, walhasil sekeliling tempat tidur gw penuh dengan garam 😀 😀 😀 gak kebayang gimana expresi laki gw klo liat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s